Lanjut ke konten

DBD

13 Desember 2016

Sekira hari Rabu di akhir November 2016 aku merasakan demam. Badan nggregesi, pusing, makan pun takenak. Aku pikir ini cuma demam biasa.

Aku masih melaksanakan tugas harian, datang ke sekolah, masuk ke kelas. Hanya kuat setengah hari. Sebakda sholat dhuhur, aku memohon izin untuk pulang.

Sesampai di rumah, istriku yang sholihah sudah menunggu dengan mempersiapkan tempurangin. Semacam tolak angin yang dicampur teh panas. Berkali-kali aku meminumnya.

Tanpa ada perubahan, hari kedua aku masih merasakan hal yang sama. Kamis, awal Desember 2016. Pusing, tidur taknyenyak. Namun aku berharap hari ini kan sembuh. Aku masih melakukan rutinitas yang sama, mengajar. Apa daya, setengah hari saja aku kuat menjalani kegiatan di sekolah. Aku kembali izin setelah sholat dhuhur, kali ini aku pergi menemui dokter.

Dokter Nurul dari GMC bilang jika 4 hari (sampai hari ahad), tidak ada perubahan, maka aku harus cek darah ke Pramita Lab. Aku optimis sembuh dari demam, karena Jumat sore aku tugas ke Jakarta.

Jumat pagi aku izin tidak masuk sekolah. Aku ingin sehat ketika sore hari berangkat ke Jakarta. Apa daya, makan tak enak. Mual dan muntah. Tongseng kambing pun tiada terasa.

Jumat sore aku tetap berangkat ke Jakarta. Aku naik kereta Senja Utama Yogyakarta bersama kelima rekan kerjaku. Aku bilang baik-baik saja ke rekan-rekan ku. Self healing.

Sabtu pagi, sesampainya di Jakarta, aku ikuti alur hidupku di hari itu. Badanku semakin tidak karuan saja. Aku pun izin ke panitia bahwa aku tidak bisa full konsentrasi. Demamku kian parah.

Aku ceritakan kondisiku ke ustadz Ageng. Menurut beliau, gejala tipes sedang menyerang diriku. Baiklah, aku mulai Googling tentang tipes. Hampir tepat sama gejala-gejala nya dengan yang aku rasakan.

Malam Ahad pun kami pulang ke Yogyakarta. Di dalam kereta, aku merasa mual dan ingin muntah. Namun hanya angin saja yang keluar dari tubuhku. Kosong. Sebab aku takbisa makan seharian.

Ahad pagi, kram perut melandaku ketika perjalanan dari stasiun Tugu ke rumah. Motoran. Aku paksakan untuk terus berkendara, kembali ke rumah. Bagaimana pun, rumah adalah tempat terindah untuk kembali.

Sesampainya di rumah, aku ceritakan kondisiku kepada Ummu Ifa terkasih. Maka kami putuskan untuk segera cek darah ke lab. Hasil lab keluar secepat kereta malam. Aku terdiagnosis kritis trombosit. Baku mutu trombosit minimal 150.000 aku lupa satuannya, punyaku cuma 20.000. Aku putuskan untuk segera ke IGD. RS Akademik UGM yang aku pilih.

Sesampainya di IGD, kembali aku di cek darahnya. Trombosit ku justru semakin menurun, tinggal 17.000. How fast you down, oh my trombosites?

Keputusannya adalah rawat inap dengan diagnosis DBD (dengue fever). Ini pertama kalinya aku rawat inap. Pertama kalinya aku diinfus. Semoga pertama dan terakhir!

Tidak terlalu mengagetkan ketika aku divonis DBD. Sekitar sebulan lalu, tetangga rumah ada yang terserang DBD juga, 4 orang, sekeluarga, satu meninggal. Sudah ada fogging juga di kampung kami, dua kali. Alhamdulillah aku masih diberikan kesempatan untuk bernafas!

Hal yang membuat aku tidak tahan rawat inap adalah karena aku gak boleh sikat gigi. Bisa dibayangkan betapa gak nyamannya mulutku ini. Hehe.

Hal yang membuat aku cepat pulih, dengan seizin Allah, adalah betapa rajinnya istriku untuk mengirimi aku minuman angkak. Entahlah itu minuman apa, yang pasti bisa didapatkan di Mirota Kampus. Selain itu juga jus jambu biji & sari kurma selalu aku konsumsi di sela-sela minum obat di RS.

Alhamdulillah hanya cukup 3 hari 3 malam diri ini terpenjara selaku tersangka DBD di RS. Pengalaman berharga untuk keluarga kecil ku. Aku harap, teman-teman senantiasa sehat.

Oh iya, untuk beberapa waktu aku tidak bisa donor darah. Maaf!

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: