Lanjut ke konten

Terima Kasih

22 Oktober 2014

Memang benar jika ada ungkapan belajar sepanjang hayat. Belajar juga tidak melulu harus di dalam kelas. Belajar bisa dari siapapun, dimanapun, kapanpun. Tentu saja dengan belajar, kita akan mendapatkan sesuatu yang baru. Sesuatu tersebut bisa berupa ilmu maupun pengetahuan. Dan aku, baru saja mengerti/tahu tentang salah satu makna “terima kasih”.

Aku seringkali mendapatkan pelajaran berharga dari orang-orang terdekat. Suatu saat di rumah mertua di Banjarnegara, ibu mertua saya memberi saya kain batik yang sangat bagus. “Buat baju mas Faiz saja, ibu & bapak sudah punya banyak baju”, ujar beliau. “Terima kasih Bu”, seketika saya menjawab..

Terima kasih. Dua kata yang terangkai sangat indah. Sederhana tapi penuh makna. Jika terucap, maka kita telah bersyukur kepada Allah sekaligus menghargai orang yang telah berjasa kepada kita.

Ada Ibu dan Nenek

Ada Ibu dan Nenek

Lebih lanjut, saya semakin mengerti makna lain dari terima kasih setelah penjelasan dari ibu mertua saya. Menurut beliau, hakikat terima kasih adalah berbagi. Sharing. Ketika kita menerima sesuatu, maka kasihlah kepada yang lain. Kepada yang lebih membutuhkan. Bukan berarti jika kita mendapatkan sesuatu kemudian menolaknya, melainkan akan semakin nikmat jika kita mampu untuk berbagi kepada saudara-saudara kita.

Maka, marilah kita sama-sama belajar untuk ber-“terima kasih”.

Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak berterima kasih kepada Allah – Al Hadits

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: