Lanjut ke konten

Ada Berlian di Dusun Ngaglik

13 November 2013

Assalamualaikum wr wb. Salam sobat 21erz dimanapun kalian berada. Jumpa lagi dengan aku yang masih belajar mengarungi dunia ini. Satu hal yang berbeda, kini aku belajar bersama-sama dengan belahan jiwaku. Istriku tercinta ❤

 

Ngomong-ngomong soal belajar, selalu berkaitan dengan waktu. Ketika aku masih menempuh kuliah S1 dulu, aku sering mendengar ucapan dari orang bijak sebuah petuah. Long life education. Ya, belajar sepanjang hayat. Belajar itu kontinyu, terus-menerus, dan jangan pernah merasa sudah pandai.

Masih tentang waktu, satu pekan yang lalu, kita sebagai umat muslim merayakan tahun baru Hijriah. Meskipun tidak semeriah perayaan tahun baru Masehi, tetapi masih banyak umat muslim yang dengan kesadarannya untuk tetap menggelar berbagai acara bertemakan islam, utamanya pengajian. Alhamdulillah.

Menjelang tahun baru hijriah ini, istriku didaulat oleh takmir Masjid Baiturrahman Ngaglik, Sinduadi, Mlati, Sleman sebagai pengajar TPA disana. Baru sekali ngajar, aku langsung terpukau oleh ide brilian istriku. “Sayang, bagaimana kalau kita rayakan tahun baru Islam dengan lomba TPA?”, ujar dia.

Aku mengapresiasi ide cemerlang istriku tersebut. Selain pas dengan tahun baru hijriah, ide ini aku rasa bagus sekali untuk memotivasi anak-anak dusun Ngaglik, dimana kami tinggal mengontrak rumah, untuk semakin dekat dengan TPA, dekat dengan masjid. Aku dan istri sepakat untuk melombakan 3 materi: lomba adzan, surat-surat pendek, dan mewarnai. Well, meski aku bukan pengajar TPA, istri melibatkan aku sebagai juri lomba adzan dan hafalan surat-surat pendek. Aku senang dengan ajakan istriku ini.

Keesokan harinya, tepat libur nasional tahun baru Islam, ketika sebagian besar masyarakat dusun Ngaglik berbondong-bondong menuju ke pantai entah dengan tujuan apa, aku melihat semburat senyum anak-anak TPA yang dengan semangatnya sudah menanti kami di masjid. Senyum mereka polos, candaan mereka mengingatkan masa kecilku dulu. Sekitar 30 anak sudah berkumpul di masjid.

Tiba saatnya untuk memulai acara ini. Ketika akan lomba adzan, aku tanya ke anak-anak putra apakah mereka sudah hafal lafadz adzan & iqomah. Sempat tercenung ketika dari tujuh anak hanya Fauzan (lihat postingan sebelumnya) saja yang sudah bisa adzan. Tidak masalah bagiku, justru ini tantangan bagi aku untuk membagi yang aku bisa kepada mereka.

Dengan sabar, aku ajari mereka satu persatu. Setelah aku anggap mereka hafal, saatnya menguji mereka. Satu demi satu. Mereka tampak masih malu-malu,beberapa berkata “Mas, aku malu & takut salah.”

Aku berikan pengertian kepada mereka jikalau salah pun tidak jadi soal. Kalaupun salah, yang penting kalian sudah mau untuk belajar melantunkan panggilan Ilahi. Meski aku tahu mereka grogi, mereka tetap maju satu persatu dihadapanku.

Bagiku, mereka sudah mau belajar mengumandangkan adzan ketika lomba saja aku dan istri sudah sangat bahagia. Tetapi, kebahagiaan kami semakin bertambah dan bertambah ketika mendengar mereka berani adzan di pengeras suara ketika awal sholat. Allahuakbar!

Mereka bahkan berebut untuk mengumandangkan adzan & iqomat disetiap waktu sholat. Sedikit-sedikit masih ada yang keliru, dengan gigih aku ingatkan mereka dengan tidak lupa untuk memberikan pujian terlebih dahulu kepada mereka. Satu acungan jempol, sudah sangat berarti untuk membangkitkan motivasi mereka.

GambarGambarGambarGambarGambarGambar

Aku & istri mengamati bahwa dari hari ke hari, lantunan adzan anak-anak itu semakin bagus. Semakin merdu, semakin menggelora. Mungkin orang tua mereka sedang bangga ketika mendengar anak-anaknya sudah pandai mengumandangkan adzan. Rabbi habli minashshalihin!

Tugas selanjutnya adalah bagaimana menjaga konsistensi mereka. Konsisten untuk datang ke masjid, memakmurkan masjid, dan menjadi contoh bagi yang lain. Bismillah, selalu lebih baik!

Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia – Al Hadits

2 Komentar leave one →
  1. 13 November 2013 20:28

    Singgah sebentar di sini. Sungguh bererti postingnya. Sesuatu yang baru untuk tahun baru. moga anak2 tersebut mendapat manfaat dan moga Allah berikan rezeki yang tak terhingga buat faiz dan isteri…aminnn..=)

    • 14 November 2013 09:35

      Aamiin..insyaAllah Azee…sy sedang bermula menikmati kehidupan yang baru, semoga barokah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: