Lanjut ke konten

Calon Muadzin Itu….

8 Oktober 2013

Sayup-sayup suara adzan isya’ berkumandang dari kampung sebelah. Saya bergegas untuk pergi ke Masjid Baiturrahman. Sebuah Masjid kampung di pinggiran kota Yogyakarta. Dusun Ngaglik namanya. Sudah hampir tiga bulan saya dan istri tinggal di dusun yang masih asri di antara hiruk-pikuk Yogyakarta.

Sudah mulai menjadi rutinitas saya disini jika adzan isya’ belum ada yang mengumandangkan, maka sayalah yang menunaikan tugas itu. Sebenarnya ada mbah Madiyo yang telah lama menjadi muadzin di kampung itu karena beliau juga merupakan penduduk asli dusun Ngaglik. Namun, seringkali beliau berhalangan hadir untuk jamaah isya.

Beberapa saat setelah saya mengumandangkan adzan. Ketika jamaah sudah bergegas dan berada di Masjid. Tibalah saat untuk melantunkan iqomat, sebagai tanda sholat isya’ akan dimulai. Saya mengambil mic dan bersiap untuk iqomat ketika seorang anak kecil seumuran kelas 1 SD datang mengahampiri saya. Dia berkata, “Om, bolehkah saya yang iqomat?”. Senyum simpulnya menunjukkan semangat dan keberaniannya.

Di tengah masyarakat akhir zaman ini, dimana sudah semakin jarang orang yang pergi sholat berjamaah di Masjd, masih saya temui berlian muda yang dengan gigihnya menampakkan daya juangnya. Berjuang untuk belajar menegakkan tuntunanNya. Sejenak saya teringat masa kecil saya dulu. Saya baru berani mengumandangkan adzan ketika saya menginjak kelas 3 SD.

“Ya dik, silakan kamu yang iqomat. Besok lagi ya, bagus kok!”, jawab saya kepada anak kecil itu yang akhirnya saya ketahui bernama Fauzan. Dik Fauzan, merdunya suaramu adalah modal untuk menjadi muadzin di masa yang akan datang. Bahkan mungkin, kamu akan menjadi imam sholat di masjid Baitrurrahman Ngaglik, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Janganlah kita meninggalkan suatu tempat, sebelum kita mampu berbuat kebaikan di tempat itu.

 

3 Komentar leave one →
  1. 13 November 2013 20:30

    SubhanAllah…pasti sejuk perut ibu yang mengandungkan fauzan itu. moga dia menjadi anak yang soleh..aminn

    • 14 November 2013 09:36

      Aaminn…ternyata atok dia pun imam kat masjid sini, dia belajar dari atok dia

Trackbacks

  1. Ada Berlian di Dusun Ngaglik | PRECIOUS Notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: