Lanjut ke konten

Tentang Tanggal

23 Desember 2013

Lima bulan yang lalu, berdegup jantungku menanti pukul 09.00 WIB. Saat itu, Selasa 2 Juli 2013 atau Pahing, 23 Sya’ban (Ruwah) 1434 H. Hari pernikahanku.

  Read more…

Aku Terima Nikahnya

14 November 2013

Tiga kata awal yang populer di remaja yang sudah cukup umur. Bukan sembarang kalimat yang terungkap setelahnya melainkan perjanjian yang kokoh ada di dalamnya. Ya, aku terima nikahnya.

  Read more…

Ada Berlian di Dusun Ngaglik

13 November 2013

Assalamualaikum wr wb. Salam sobat 21erz dimanapun kalian berada. Jumpa lagi dengan aku yang masih belajar mengarungi dunia ini. Satu hal yang berbeda, kini aku belajar bersama-sama dengan belahan jiwaku. Istriku tercinta <3

  Read more…

Calon Muadzin Itu….

8 Oktober 2013

Sayup-sayup suara adzan isya’ berkumandang dari kampung sebelah. Saya bergegas untuk pergi ke Masjid Baiturrahman. Sebuah Masjid kampung di pinggiran kota Yogyakarta. Dusun Ngaglik namanya. Sudah hampir tiga bulan saya dan istri tinggal di dusun yang masih asri di antara hiruk-pikuk Yogyakarta.

Sudah mulai menjadi rutinitas saya disini jika adzan isya’ belum ada yang mengumandangkan, maka sayalah yang menunaikan tugas itu. Sebenarnya ada mbah Madiyo yang telah lama menjadi muadzin di kampung itu karena beliau juga merupakan penduduk asli dusun Ngaglik. Namun, seringkali beliau berhalangan hadir untuk jamaah isya.

Beberapa saat setelah saya mengumandangkan adzan. Ketika jamaah sudah bergegas dan berada di Masjid. Tibalah saat untuk melantunkan iqomat, sebagai tanda sholat isya’ akan dimulai. Saya mengambil mic dan bersiap untuk iqomat ketika seorang anak kecil seumuran kelas 1 SD datang mengahampiri saya. Dia berkata, “Om, bolehkah saya yang iqomat?”. Senyum simpulnya menunjukkan semangat dan keberaniannya.

Di tengah masyarakat akhir zaman ini, dimana sudah semakin jarang orang yang pergi sholat berjamaah di Masjd, masih saya temui berlian muda yang dengan gigihnya menampakkan daya juangnya. Berjuang untuk belajar menegakkan tuntunanNya. Sejenak saya teringat masa kecil saya dulu. Saya baru berani mengumandangkan adzan ketika saya menginjak kelas 3 SD.

“Ya dik, silakan kamu yang iqomat. Besok lagi ya, bagus kok!”, jawab saya kepada anak kecil itu yang akhirnya saya ketahui bernama Fauzan. Dik Fauzan, merdunya suaramu adalah modal untuk menjadi muadzin di masa yang akan datang. Bahkan mungkin, kamu akan menjadi imam sholat di masjid Baitrurrahman Ngaglik, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Janganlah kita meninggalkan suatu tempat, sebelum kita mampu berbuat kebaikan di tempat itu.

 

Bahagia Bersamamu

25 September 2013

Assalamualaikum wr wb. Salam sejahtera semua sobat 21erz. Ini adalah postingan pertamaku setelah berganti status. Ya, dua bulan sudah aku bergelar suami. Mohon doa dari kawan-kawan semua agar Allah memberkahi kehidupanku yang baru bersama sang Istri.

Semua berawal dari awal bulan Maret tahun 2013. Saat itu, aku yang sudah mendapatkan restu dari Bapak Munawir untuk membina rumah tangga, memberanikan diri untuk menanyakan status kepada seseorang wanita. Seorang wanita yang sudah mencuri perhatianku sejak beberapa saat lamanya. Meski aku sendiri taktahu kapan persisnya perasaan itu muncul.

Saat akan menanyakan statusnya pun, ada rasa khawatir barangkali dia sudah dikhitbah oleh orang lain. Bismillah, niatku sudah bulat. Aku siap dengan segala konsekuensinya. Berbekal pulsa sms, terkirimlah pesan teks dari diriku yang menanyakan statusnya.

Calon istri pun memberikan jawaban yang membahagiakan sekaligus mendebarkan. “Hubungi saja orang tuaku”, jawabnya ketika itu. Bahagia karena mungkin ini awal yang bagus untuk langkah selanjutnya. Berdebar hati ini karena harus menanyakan langsung kepada calon orang tuaku saat itu.

Pekan berikutnya, berbekal motor pinjaman dari seorang kawan baik, aku memberanikan diri untuk pergi ke Banjarnegara menemui bapak dan ibu calon istri. Sempat merasakan suasana tegang, akhirnya suasana tercairkan oleh kehangatan sambutan kedua orangtua calon istriku.

Proses lamaran “nonresmi “itu, lamaran “resmi” bersama orangtuaku dan langkah-langkah selanjutnya  alhamdulillah mendapatkan kemudahan dari-Nya. Puncaknya pada tanggal 2 Juli 2013, aku mengucapkan lafadz akad nikah billughotil arobiyah, berbahasa arab dengan lantang dan mantab tanpa pengulangan.

Seketika hatiku bergemuruh. Aku sadar akan beratnya tanggung jawab yang aku pikul sekarang. Bagaikan menyangga gunung di pundak. Tapi aku yakin, bersamamu, Allah akan memberikan kemudahan dan perlindungan.

Image

Tanpa terasa waktu yang berjalan dengan cepatnya ini, membawa aku & istri menapaki bulan kedua menjalani hidup bersama. Banyak pelajaran dan hikmah yang kami dapatkan selama perjalanan yang masih seumur jagung ini. Hanya ada satu kalimat yang menyertai perjalanan itu, Aku bahagia bersamamu.

“Aku berumah tangga karena mau memberi. Memberi kasih sayang, memberi perhatian, memberi nafkah, memberi kebaikan. Semua itu adalah peranku dalam sebuah rumah tangga. Dan seandainya aku menerima berbagai kebaikan dari istri, semuanya mengundang rasa syukur, walaupun sangat kecil kebaikan itu” –Hasrizal Abdul Jamil-

 

Dalam Dekapan Doa

8 Juni 2013

Allah Ya Rabbana
izinkan kami hanya mencintai-Mu
dan mencintai apa-apa yang membuat kami semakin mencintai-Mu
Allah Ya Muqallibal quluub
sungguh takada kuasa kami atas apa-apa yang ada pada diri kami..pun hati kami
maka sungguh hanya Engkau Yang Kuasa
menabur benih, menanamkan dan menyuburkan segala rasa yang ada di dalamnya
maka pilihkan Ya Rahman, pilihkan segala rasa yang pantas, yang Engkau ridhai
Read more…

Time to Time

14 Mei 2013

Morning
your face is so cold
makes people grow old
but you are so bold
all hoping to get gold
Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 326 pengikut lainnya.